Harus Proporsional
Biasanya, anak akan menyembunyikan nilai ulangan karena takut. Jika terjadi seperti itu, ortu jangan terburu-buru memberinya punishment. Sebaliknya, beri dia contoh yang baik tentang cara untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Ortu juga harus bersikap sportif. Artinya, ekspektasi ortu harus proporsional dengan kemampuan sang anak. Jangan mengharapkan hal terlalu tinggi yang tak mampu dicapai oleh sang anak. Hargai apapun hasil yang didapat oleh anak, berapa pun nilainya. Lihat proses pembelajaran yang dilakukan anak. Sebab, nilai tiga yang diperoleh dengan cara jujur jauh lebih baik daripada nilai tujuh yang diperoleh dengan cara curang. Dengan melakukan semua hal di atas, anak akan jadi lebih jujur pada diri sendiri serta lebih terbuka kepada orangtua. (daf/c8/fry)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, 15 November 2010
Showing posts with label Deteksi Jawa Pos. Show all posts
Showing posts with label Deteksi Jawa Pos. Show all posts
Monday, November 15, 2010
Monday, November 8, 2010
Menjaga Psikologi Anak Merapi
Ada Trauma, tapi Optimisme Juga Masih Tinggi
Bencana letusan Gunung Merapi merupakan tragedi kemanusiaan yang menimbulkan beragam konsekuensi. Selain kehancuran dimana-mana, erupsi yang hingga kini terus berlangsung itu juga mempengaruhi banyak hal. Termasuk, kondisi psikologi anak-anak korban letusan yang saat ini menghuni posko-posko pengungsian di sejumlah kota di Jogjakarta dan Jawa Tengah.
Sepintas anak-anak itu memang masih terlihat ceria. Mereka tidak tampak seperti pengungsi-pengsungsi lain yang sudah dewasa. Namun, pengaruh psikis akan terlihat ketika anak-anak di posko pengungsian tersebut diajak menggambar, bernyanyi, dan bercerita bersama. Apa yang mereka ekspresikan hampir seluruhnya berkaitan dengan erupsi yang terjadi sejak 26 Oktober lalu itu.
Ketika disuruh menggambar, kebanyakan menggambar hunung dengan lava yang mengalir keluar. Saat diminta bercerita pun, kisah mereka tak jauh-jauh dari letusan Gunung Merapi. “Pokoknya cerita mereka hampir selalu berhubungan sama panas. Malah, pernah ada yang cerita begini. Dari puncak gunung keluar naga. Naga itu nyemburin api ke mana-mana. Semacam itulah,” kata Bunga Merilla Rahma Zita, mahasiswi Fakultas Psikologi Unair yang sempat menjadi relawan di Merapi setelah erupsi pertama yang juga menewaskan sang Juru Kunci Mbah Marijan itu.
Bunga dan rekannya, Nengsri Susanti, serta beberapa mahasiswa lain, sempat menjadi relawan di posko Banyubiru, Muntilan, Magelang. Di sana, selain membantu menyediakan logistic, mereka mendampingi para pengungsi secara psikologis. Bunga dan Nengsri membawa beberapa gambar yang dibuat dengan krayon oleh anak-anak di posko pengungsian tersebut.
Hasilnya memang cukup mencengangkan. Rata-rata anak menggambar gunung dengan persepsi masing-masing. Ada yang menggambar gunung yang mengembuskan asap hitam, ada pula yang puncak gunungnya mengeluarkan lahar merah. Ada pula yang puncak gunungnya berwarna kelabu. Bahkan, ada yang mnggambar gunung, namun puncaknya berupa lengkungan. Bagian puncak itu seperti lenyap setelah gunung meletus.
Beberapa gambar yang dibawa ke Surabaya juga menunjukkan coretan-coretan yang menggambarkan truk tentara serta posko pengungsian. Namun, pada gambar-gambar tersebut, anak-anak itu juga melukiskan daerah persawahan yang masih hijau, masih ditumbuhi pepohonan dan bunga.
Kendati demikian, gambar gunung itu tidak serta-merta menunjukkan trauma mendalam yang dialami anak-anak tersebut. “Orang Indonesia itu kalau disuruh menggambar, rata-rata refleksnya menggambar gunung kan,” kata psikolog Josephine M. J. Ratna M. Psych kepada Jawa Pos.
Yang menunjukkan keterkaitan dengan tragedi Merapi hanya bagaimana anak-anak itu menggambarkan puncak gunung yang diselimuti awan hitam atau mengeluarkan lahar. Namun, belum tentu juga itu menunjukkan trauma. Sebab, gambar-gambar tersebut dibuat pada Minggu (31/10) atau lima hari setelah Merapi meletus pertama. Rata-rata anak penghuni posko Banyubiru dibawa ke pengungsian sebelum wedhus gembel menerjang kampung mereka. Dengan demikian, hampir tidak ada yang melihat bagaimana kampung mereka luluh lantak oleh letusan Merapi.
Setelah berada di pengungsian pun, mereka tidak bisa melihat kondisi puncak Merapi karena selalu diselimuti kabut. “Mungkin mereka menggambarkan apa yang mereka dengar dari orang lain. Bukan apa yang mereka lihat sendiri. Memang ada trauma, tapi belum seberapa mendalam,” ujar Josephine.
Ibu dua anak itu menambahkan. Pada gambar-gambar tersebut terlihat bahwa anak-anak masih memiliki optimism yang tnggi. Indiksinya, mereka menggambarkan bahwa di bawah gunung masih ada sawah menghijau dan pak tani yang bekerja di sawah. “Artinya, mereka masih melihat desa mereka subur dan hijau. Seetelah letusan, mereka juga berharap desa mereka kelak masih seperti itu. Optimisme ini yang harus terus dipupuk oleh para relawan yang mendampingi mereka,” katanya. (rum/c2/nw)
Sumber:
Jawa Pos, Senin 8 November 2010
Saturday, November 6, 2010
Kencan Sekarang, Yuk
Lebih Menyenangkan
Seseorang pasti suka apabila diberi surprise. Sebab, sesuatu yang tidak terencana biasanya lebih indah dan menyenangkan. Sama halnya dengan kencan dadakan. Hal itu bisa dijadikan solusi untuk membangkitkan kembali hubungan yang datar-datar saja. Selain itu, kencan dadakan efektif sebagai media penguji pasangan terhadap jadwalnya dan seberapa penting kita buat pasangan. Itu bisa dilihat lewat rekasi dia dalam menanggapi ajakan kencan yang mendadak tersebut. Namun, terlepas dari semua itu, kencan dadakan membuat kita lebih kreatif dalam menyikapi permasalahan. Kita juga bisa belajar untuk terbuka kepada pasangan, misalnya jika kondisi finansial belum siap. Tentunya, dengan kencan dadakan tersebut, kita bisa memperoleh quality time bersama orang tersayang. (daf/c7/fry).
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 6 November 2010
Seseorang pasti suka apabila diberi surprise. Sebab, sesuatu yang tidak terencana biasanya lebih indah dan menyenangkan. Sama halnya dengan kencan dadakan. Hal itu bisa dijadikan solusi untuk membangkitkan kembali hubungan yang datar-datar saja. Selain itu, kencan dadakan efektif sebagai media penguji pasangan terhadap jadwalnya dan seberapa penting kita buat pasangan. Itu bisa dilihat lewat rekasi dia dalam menanggapi ajakan kencan yang mendadak tersebut. Namun, terlepas dari semua itu, kencan dadakan membuat kita lebih kreatif dalam menyikapi permasalahan. Kita juga bisa belajar untuk terbuka kepada pasangan, misalnya jika kondisi finansial belum siap. Tentunya, dengan kencan dadakan tersebut, kita bisa memperoleh quality time bersama orang tersayang. (daf/c7/fry).
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 6 November 2010
Wednesday, August 18, 2010
STOP Disuapin Ortu
Time Management
Pada dasarnya, nyuapin anak yang sudah beranjak remaja adalah tindakan yang salah. Sebab, seharusnya, mereka berusaha menunjukkan kemandirian. Dengan tingkat kemandirian anak yang minim, hendaknya, orangtua tidak memberikan kepercayaan serta kebebasan lebih kepada anak itu. Remaja yang masih menunggu disuapin orangtuanya akan tumbuh menjadi remaja childish dan manja. Bagi orangtua, berlakulah sedikit tega. Kalau anak mulai lapar, biarkan saja, toh nanti dia akan beranjak dari kegiatannya untuk makan. Biarkan dia makan sendiri. Kalaupun anak terlalu sibuk, tanamkan kepada mereka untuk tahu kapan menyempatkan diri untuk makan. Dengan demikian, secara tidak langsung, orangtua akan mengajarkan time management kepada anak.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, 18 Agustus 2010
Pada dasarnya, nyuapin anak yang sudah beranjak remaja adalah tindakan yang salah. Sebab, seharusnya, mereka berusaha menunjukkan kemandirian. Dengan tingkat kemandirian anak yang minim, hendaknya, orangtua tidak memberikan kepercayaan serta kebebasan lebih kepada anak itu. Remaja yang masih menunggu disuapin orangtuanya akan tumbuh menjadi remaja childish dan manja. Bagi orangtua, berlakulah sedikit tega. Kalau anak mulai lapar, biarkan saja, toh nanti dia akan beranjak dari kegiatannya untuk makan. Biarkan dia makan sendiri. Kalaupun anak terlalu sibuk, tanamkan kepada mereka untuk tahu kapan menyempatkan diri untuk makan. Dengan demikian, secara tidak langsung, orangtua akan mengajarkan time management kepada anak.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, 18 Agustus 2010
Tuesday, April 27, 2010
Selalu Ceria di Mana Saja - Teman Penyemangat dalam Berbagai Kondisi
Salurkan ke Hal Positif
Remaja saat ini dituntut untuk menjadi dinamis. Banyaknya hal yang dibebankan di pundaknya menjadi salah satu alasan mengapa remaja selalu on fire. Mau tak mau, remaja harus berpacu dengan waktu dan berkompetisi dengan orang lain. Agar bisa survive, mereka harus menumbuhkan semangat dari dalam diri. Semangat itu adalah bentuk energi berlebih yang harus disalurkan. Salurkan hal tersebut untuk hal positif. Sebab jika tidak disalurkan ke hal positif, energi itu akan bersifat merusak. Selain diperlukan media penyaluran, lingkungan sekitar hendaknya juga mendukung. Beri penghargaan agar dia tetap bersemangat dan beri kritik saat berlebihan. Semua hal itu dilakukan agar si anak tetap terkendali.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Selasa 27 April 2010
Remaja saat ini dituntut untuk menjadi dinamis. Banyaknya hal yang dibebankan di pundaknya menjadi salah satu alasan mengapa remaja selalu on fire. Mau tak mau, remaja harus berpacu dengan waktu dan berkompetisi dengan orang lain. Agar bisa survive, mereka harus menumbuhkan semangat dari dalam diri. Semangat itu adalah bentuk energi berlebih yang harus disalurkan. Salurkan hal tersebut untuk hal positif. Sebab jika tidak disalurkan ke hal positif, energi itu akan bersifat merusak. Selain diperlukan media penyaluran, lingkungan sekitar hendaknya juga mendukung. Beri penghargaan agar dia tetap bersemangat dan beri kritik saat berlebihan. Semua hal itu dilakukan agar si anak tetap terkendali.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Selasa 27 April 2010
Saturday, March 27, 2010
Karena Cinta Tak Bisa Menunggu - Ngasih Dia Batasan Waktu Nembak
Tak Siap Terima Resiko
Saat-saat pencerahan memang terasa berat dilakukan untuk beberapa orang. Keadaan seperti itu wajar. Sebab, pada hakikatnya nggak semua orang siap menerima resiko atas apa yang hendak dilakukan, termasuk resiko ditolak. Hal tersebut sering kali jadi hambatan utama mengapa orang itu nggak nembak-nembak. Faktor lain, bisa jadi karena alasan situasional. Entah karena tempat nggak cocok atau waktu yang nggak tepat. Bagi beberapa orang, faktor situasional seperti itu penting demi sebuah momen penembakan. Kalau belum tepat, ya tidak dilakukan. Karena itu, yakinkan perasaan lebih dahulu saat mau nyatakan cinta. Siapkan segalanya dengan sebaik-baiknya agar momen penembakan lebih mantap.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 27 Maret 2010
Saat-saat pencerahan memang terasa berat dilakukan untuk beberapa orang. Keadaan seperti itu wajar. Sebab, pada hakikatnya nggak semua orang siap menerima resiko atas apa yang hendak dilakukan, termasuk resiko ditolak. Hal tersebut sering kali jadi hambatan utama mengapa orang itu nggak nembak-nembak. Faktor lain, bisa jadi karena alasan situasional. Entah karena tempat nggak cocok atau waktu yang nggak tepat. Bagi beberapa orang, faktor situasional seperti itu penting demi sebuah momen penembakan. Kalau belum tepat, ya tidak dilakukan. Karena itu, yakinkan perasaan lebih dahulu saat mau nyatakan cinta. Siapkan segalanya dengan sebaik-baiknya agar momen penembakan lebih mantap.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 27 Maret 2010
Thursday, December 31, 2009
Welcoming 2010 - Keluarga Berkesan, Teman Bakal Seru
Bergantung Makna Perayaan
Pemilihan perayaan tahun baru bersama teman atau keluarga sebenarnya bergantung cara pribadi tersebut memaknai tahun baru. Jadi, pikirkan dulu, apa makna tahun baru bagi kita. Dari situ, kita akan tahu acara apa saja yang harus disiapkan menjelang tahun baru dan dirayakan dengan siapa. Contohnya, jika satu tahun baru ingin bersama keluarga besar, orang tersebut pasti akan lebih memilih merayakan tahun baru bersama keluarga. Apalagi, jika keluarga itu punya tradisi berkumpul pada tahun baru. Tentunya, akan lebih bermakna jika dirayakan bersama keluarga. Namun, beda lagi jika pada tahun baru ingin merasakan atmosfer bersama teman baru. Pasti selebrasi pergantian tahun akan lebih seru jika dilakukan bersama teman-teman.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Kamis 31 Desember 2009
Pemilihan perayaan tahun baru bersama teman atau keluarga sebenarnya bergantung cara pribadi tersebut memaknai tahun baru. Jadi, pikirkan dulu, apa makna tahun baru bagi kita. Dari situ, kita akan tahu acara apa saja yang harus disiapkan menjelang tahun baru dan dirayakan dengan siapa. Contohnya, jika satu tahun baru ingin bersama keluarga besar, orang tersebut pasti akan lebih memilih merayakan tahun baru bersama keluarga. Apalagi, jika keluarga itu punya tradisi berkumpul pada tahun baru. Tentunya, akan lebih bermakna jika dirayakan bersama keluarga. Namun, beda lagi jika pada tahun baru ingin merasakan atmosfer bersama teman baru. Pasti selebrasi pergantian tahun akan lebih seru jika dilakukan bersama teman-teman.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Kamis 31 Desember 2009
Wednesday, March 18, 2009
Ingat-Ingat Pesan Mama
Wujud Psikologi Transpersonal
Sebenarnya, hubungan ortu dan anak terbentuk sejak anak dalam kandungan. Apa yang disebut bonding itu terus berkembang seiring dengan terus bertumbuhnya si anak di bawah asuhan mereka. Insting sebagai orangtua merupakan kemampuan dasar yang sifatnya given, tidak bisa dipelajari. Dengan insting tersebut, orangtua bisa merasakan apa yang dirasakan sang anak. Menurut psikologi transpersonal, orang lain bakal merasakan jika kita memikirkan mereka, seperti ada energi yang tersampaikan. Ditambah lagi, kedekatan antara dua pribadi pasti membuat satu sama lain hafal terhadap karakter masing-masing. Karena intelligence spiritual yang lebih tinggi, orangtua lebih sering merasakan perubahan pada si anak. Perubahan itulah yang menjadi pertanda.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Rabu 18 Maret 2009
Sebenarnya, hubungan ortu dan anak terbentuk sejak anak dalam kandungan. Apa yang disebut bonding itu terus berkembang seiring dengan terus bertumbuhnya si anak di bawah asuhan mereka. Insting sebagai orangtua merupakan kemampuan dasar yang sifatnya given, tidak bisa dipelajari. Dengan insting tersebut, orangtua bisa merasakan apa yang dirasakan sang anak. Menurut psikologi transpersonal, orang lain bakal merasakan jika kita memikirkan mereka, seperti ada energi yang tersampaikan. Ditambah lagi, kedekatan antara dua pribadi pasti membuat satu sama lain hafal terhadap karakter masing-masing. Karena intelligence spiritual yang lebih tinggi, orangtua lebih sering merasakan perubahan pada si anak. Perubahan itulah yang menjadi pertanda.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Rabu 18 Maret 2009
Saturday, January 3, 2009
Dokter Cinta Beraksi
Mempercepat Penyembuhan
Memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai adalah suatu keharusan. Apalagi ketika pacar sedang sakit. Dengan menjenguk pacar, itu menunjukkan bahwa kita perhatian kepadanya. Kita seolah-olah berkata kepada pacar, ini lho, aku juga ada di saat kamu susah, bukan cuma saat senang saja. Di samping itu, memang ada hubungan yang kuat antara mind dengan body. Ada riset yang menyebutkan bahwa mind yang bahagia bisa mengurangi rasa sakit seseorang. Ketika seseorang yang sedang sakit dikunjungi oleh orang yang dicintainya, terutama pacar, akan ada semangat yang mendorongnya untuk segera sembuh dan tak kelihatan lemah di depan si dia. Sehingga, biasanya proses penyembuhan si sakit juga akan jadi lebih cepat.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 3 Januari 2009
Memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai adalah suatu keharusan. Apalagi ketika pacar sedang sakit. Dengan menjenguk pacar, itu menunjukkan bahwa kita perhatian kepadanya. Kita seolah-olah berkata kepada pacar, ini lho, aku juga ada di saat kamu susah, bukan cuma saat senang saja. Di samping itu, memang ada hubungan yang kuat antara mind dengan body. Ada riset yang menyebutkan bahwa mind yang bahagia bisa mengurangi rasa sakit seseorang. Ketika seseorang yang sedang sakit dikunjungi oleh orang yang dicintainya, terutama pacar, akan ada semangat yang mendorongnya untuk segera sembuh dan tak kelihatan lemah di depan si dia. Sehingga, biasanya proses penyembuhan si sakit juga akan jadi lebih cepat.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 3 Januari 2009
Tuesday, November 11, 2008
Warning, si Charming Mendekat - Kalau Status Taken, Boleh Direspons tapi Jangan Diembat
Pantang Main Belakang
Dalam kondisi punya pasangan tapi ada yang pedekate, kita normal jika merasa bimbang. Apalagi, orang itu lebih menarik daripada pasangan kita. Entah fisik atau kepribadian. Namun, kita harus bijak menyikapinya. Jangan main belakang. Kita harus berani jujur mengatakan bahwa kita sudah punya pasangan. Saat itulah komitmen kita diuji. Bagaimana kesetiaan kita dan seberapa jauh kita menerima pasangan kita apa adanya. Didekati orang juga tidak boleh disimpan sendiri. Itu harus dikomunikasikan dengan pasangan. Selain minta saran, itu juga harus bisa jadi introspeksi diri baginya. Dalam hubungan, harus dikembangkan sikap mau maju. Artinya, bukan sekadar menerima, tapi saling memperbaiki diri.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 11 November 2008
Dalam kondisi punya pasangan tapi ada yang pedekate, kita normal jika merasa bimbang. Apalagi, orang itu lebih menarik daripada pasangan kita. Entah fisik atau kepribadian. Namun, kita harus bijak menyikapinya. Jangan main belakang. Kita harus berani jujur mengatakan bahwa kita sudah punya pasangan. Saat itulah komitmen kita diuji. Bagaimana kesetiaan kita dan seberapa jauh kita menerima pasangan kita apa adanya. Didekati orang juga tidak boleh disimpan sendiri. Itu harus dikomunikasikan dengan pasangan. Selain minta saran, itu juga harus bisa jadi introspeksi diri baginya. Dalam hubungan, harus dikembangkan sikap mau maju. Artinya, bukan sekadar menerima, tapi saling memperbaiki diri.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 11 November 2008
Saturday, July 26, 2008
Balada Cinta Tambalan
Cocok, Jalan Terus
Sebenarnya, jadian karena pelarian tidak selalu berimbas buruk bagi hubungan pacaran. Awalnya memang disebabkan ingin melupakan trauma dari hubungan sebelumnya. Tetapi, ada dua sudut pandang. Pertama, jika niatnya hanya ingin melupakan mantan, tidak baik untuk dilanjutkan. Akan tetapi, ketika menjalin hubungan menemukan evaluasi yang baik, tidak ada salahnya dilanjutkan. Dengan catatan, jujur. Berterus teranglah kepada pasangan bahwa awal kalian bersatu memang karena pelarian. Tetapi, di dalam proses pelarian itu, ternyata kalian menemukan cinta sejati. Ingat, prinsip jalinan cinta adalah saling respek. Di sana akan terlihat, kalau sekedar pelarian, cintanya juga "sekadar" saja.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 26 Juli 2008
Sebenarnya, jadian karena pelarian tidak selalu berimbas buruk bagi hubungan pacaran. Awalnya memang disebabkan ingin melupakan trauma dari hubungan sebelumnya. Tetapi, ada dua sudut pandang. Pertama, jika niatnya hanya ingin melupakan mantan, tidak baik untuk dilanjutkan. Akan tetapi, ketika menjalin hubungan menemukan evaluasi yang baik, tidak ada salahnya dilanjutkan. Dengan catatan, jujur. Berterus teranglah kepada pasangan bahwa awal kalian bersatu memang karena pelarian. Tetapi, di dalam proses pelarian itu, ternyata kalian menemukan cinta sejati. Ingat, prinsip jalinan cinta adalah saling respek. Di sana akan terlihat, kalau sekedar pelarian, cintanya juga "sekadar" saja.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 26 Juli 2008
Saturday, June 21, 2008
No Money No Honey
Bikin yang Meaningful
Selain disesuaikan dengan kemampuan, bujet pedekate sebaiknya disesuaikan dengan kepribadian dan keadaan. Kalau sudah sering ketemu, berarti butuh mengajaknya pergi ke tempat baru, yang artinya butuh bujet lebih besar. Sedangkan kalau orang yang didekati justru speechless ketika ketemu, cari jalur komunikasi lain. Misalnya lewat telepon, SMS, atau e-mail. Dengan begitu, mungkin bujetnya bisa lebih murah. Tapi, yang paling penting bukan besar kecilnya bujet pedekate. Yang penting, bagaimana dengan bujet itu, pedekate bisa terasa meaningful, bermakna. Jadi, bujet itu tidak perlu berlebihan.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 21 Juni 2008
Selain disesuaikan dengan kemampuan, bujet pedekate sebaiknya disesuaikan dengan kepribadian dan keadaan. Kalau sudah sering ketemu, berarti butuh mengajaknya pergi ke tempat baru, yang artinya butuh bujet lebih besar. Sedangkan kalau orang yang didekati justru speechless ketika ketemu, cari jalur komunikasi lain. Misalnya lewat telepon, SMS, atau e-mail. Dengan begitu, mungkin bujetnya bisa lebih murah. Tapi, yang paling penting bukan besar kecilnya bujet pedekate. Yang penting, bagaimana dengan bujet itu, pedekate bisa terasa meaningful, bermakna. Jadi, bujet itu tidak perlu berlebihan.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 21 Juni 2008
Sunday, May 11, 2008
Main Boneka Cara Digital
Bagus untuk Edukasi Kehidupan
Life simulation game adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi di dunia permainan. Permainan itu mengambil beberapa fase dalam kehidupan, seperi bekerja, menikah, dan berinteraksi dengan orang lain. Prinsipnya, permainan seperti ini bagus untuk edukasi. Sebab, mengajarkan pemainnya untuk mengatur strategi hidup. Misalnya, bagaimana mengatur pengeluaran atau bagaimana mencari pekerjaan. Namun, tetap ada bahayanya. Apalagi jika saat bermain, ia lantas berbuat curang. Itu akan membuat pemain berpikir bahwa kehidupan bisa disikapi seperi itu. Padahal, kenyataannya tidak. Dalam kehidupan nyata, ada seperangkat aturan. Sementara itu, dalam life simulation game, tidak ada feedback. Yang penting, jangan sampai aktivitas memainkan life simulation game mengganggu interaksi kita dengan orang lain dalam kehidupan nyata.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Minggu 11 Mei 2008
Life simulation game adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi di dunia permainan. Permainan itu mengambil beberapa fase dalam kehidupan, seperi bekerja, menikah, dan berinteraksi dengan orang lain. Prinsipnya, permainan seperti ini bagus untuk edukasi. Sebab, mengajarkan pemainnya untuk mengatur strategi hidup. Misalnya, bagaimana mengatur pengeluaran atau bagaimana mencari pekerjaan. Namun, tetap ada bahayanya. Apalagi jika saat bermain, ia lantas berbuat curang. Itu akan membuat pemain berpikir bahwa kehidupan bisa disikapi seperi itu. Padahal, kenyataannya tidak. Dalam kehidupan nyata, ada seperangkat aturan. Sementara itu, dalam life simulation game, tidak ada feedback. Yang penting, jangan sampai aktivitas memainkan life simulation game mengganggu interaksi kita dengan orang lain dalam kehidupan nyata.
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Minggu 11 Mei 2008
Tuesday, April 1, 2008
Happy Eifril Fool! - Ready Nge-Trick, Watch Out Di-Trick
Be Careful Philih the Victim
Nge-trick saath Eifril Fool is hak everybody. But, be careful philih the victim. Better kitcha philih friends yiang seumuruyan, jyangan philih other people yiang age-nya lebhih tcua. Because, friends lebhih bhisa understanding maksyud kitcha. Kalau kitcha nge-trick other people djengan age lebhih tcua, ditcakutkhan tcimbul miss communication you know. Kelhanjutcanya, kitcha dicap not polite. Tcidak shophan. If kitcha lihath djari cici fositif, actually Eifril Fool is the day for us for beladjayar about tolerance. because, dhalam mencalanhi life, sometimes humor is needed. Believe or not, Eifril Fool also bisa membyuat dua persons yang shedang bertcengkar become friends. Finally, kalauw kitcha nge-trick other people, jhangan mhemaksa merekha untchuk maklum. If the victim marhah, kitcha harhus tcerima. (kiy/dat)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Selasa 1 April 2008
Nge-trick saath Eifril Fool is hak everybody. But, be careful philih the victim. Better kitcha philih friends yiang seumuruyan, jyangan philih other people yiang age-nya lebhih tcua. Because, friends lebhih bhisa understanding maksyud kitcha. Kalau kitcha nge-trick other people djengan age lebhih tcua, ditcakutkhan tcimbul miss communication you know. Kelhanjutcanya, kitcha dicap not polite. Tcidak shophan. If kitcha lihath djari cici fositif, actually Eifril Fool is the day for us for beladjayar about tolerance. because, dhalam mencalanhi life, sometimes humor is needed. Believe or not, Eifril Fool also bisa membyuat dua persons yang shedang bertcengkar become friends. Finally, kalauw kitcha nge-trick other people, jhangan mhemaksa merekha untchuk maklum. If the victim marhah, kitcha harhus tcerima. (kiy/dat)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Selasa 1 April 2008
Saturday, March 8, 2008
Nggak Kencan, Nggak Masalah
Banyak Opsi Pengganti
Penolakan kencan seharusnya memang tak mengganggu hubungan, karena esensi pacaran bukanlah kencan. Pacaran adalah proses mengenal seseorang. Dulu, pacaran diidentikkan dengan apel setiap malam minggu. Kini, terjadi pergeseran. Didukung kecanggihan teknologi, untuk menunjukkan perhatian dan berkomunikasi, itu bisa dilakukan lewat SMS, telepon, chat on-line, webcam dan lainnya. Jadi, ada opsi pengganti jadwal apel. Yang paling penting adalah konsep pacaran sehat dengan mementingkan kualitas, bukan kuantitas. Wujudnya, bisa tatap muka, komunikasi dan share idea. (hil/azz)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 8 Maret 2008
Penolakan kencan seharusnya memang tak mengganggu hubungan, karena esensi pacaran bukanlah kencan. Pacaran adalah proses mengenal seseorang. Dulu, pacaran diidentikkan dengan apel setiap malam minggu. Kini, terjadi pergeseran. Didukung kecanggihan teknologi, untuk menunjukkan perhatian dan berkomunikasi, itu bisa dilakukan lewat SMS, telepon, chat on-line, webcam dan lainnya. Jadi, ada opsi pengganti jadwal apel. Yang paling penting adalah konsep pacaran sehat dengan mementingkan kualitas, bukan kuantitas. Wujudnya, bisa tatap muka, komunikasi dan share idea. (hil/azz)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 8 Maret 2008
Sunday, February 10, 2008
Minta Boneka dong Yang
Bisa untuk Pengganti Pacar
Bagi seorang cewek, makna hadiah Valentine dari sang pacar bukan sekadar pemberian. Bahkan, tak jarang dijadikan pengganti kehadiran pacar. Maka, tak heran kalau cewek berusia remaja sekarang lebih ingin diberi boneka ketimbang bunga atau coklat. Format pemberian tersebut dianggap lebih long lasting dan bisa jadi sasaran ketika kangen dengan pacar. Bisa dipeluk atau sekadar dipandang. Pemilihan hadiah Valentine berupa boneka juga menunjukkan bahwa kini mulai terjadi pergeseran konsep romantisme di kalangan remaja. Itu menunjukkan bahwa dalam hal pacaran mereka ingin fun. Hadiah bunga mungkin dianggap terlalu serius. Kado cokelat barangkali terasa kurang personal. Yang pasti, pilih boneka sesuai selera si cewek. Itu akan membuat kado lebih spesial dan personal. Sesuai sifat cewek yang ingin dicintai dan diperlakukan spesial. (rum/kkn)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Minggu 10 Februari 2008
Bagi seorang cewek, makna hadiah Valentine dari sang pacar bukan sekadar pemberian. Bahkan, tak jarang dijadikan pengganti kehadiran pacar. Maka, tak heran kalau cewek berusia remaja sekarang lebih ingin diberi boneka ketimbang bunga atau coklat. Format pemberian tersebut dianggap lebih long lasting dan bisa jadi sasaran ketika kangen dengan pacar. Bisa dipeluk atau sekadar dipandang. Pemilihan hadiah Valentine berupa boneka juga menunjukkan bahwa kini mulai terjadi pergeseran konsep romantisme di kalangan remaja. Itu menunjukkan bahwa dalam hal pacaran mereka ingin fun. Hadiah bunga mungkin dianggap terlalu serius. Kado cokelat barangkali terasa kurang personal. Yang pasti, pilih boneka sesuai selera si cewek. Itu akan membuat kado lebih spesial dan personal. Sesuai sifat cewek yang ingin dicintai dan diperlakukan spesial. (rum/kkn)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Minggu 10 Februari 2008
Wednesday, January 9, 2008
Ada Gosip? Come to Mama
Sebagai Sarana Komunikasi
Bergosip sebenarnya punya konotasi negatif di mata masyarakat. Namun, bakal berbeda halnya kalau yang melakukan ibu dan anak. Kegiatan itu bisa berubah menjadi ajang mempererat komunikasi. Melalui bergosip, secara tidak langsung ibu juga dapat menyelami dunia si anak. Cara tersebut lebih luwes karena anak tidak akan merasa terintervensi dan tercampuri urusannya. Jika seorang anak berinisiatif bergosip dengan ibunya, itu tanda dia percaya pada ortu. Itu juga cara untuk mencoba bersikap terbuka. Syaratnya, topik yang dipilih harus benar. Agar, si anak dapat menyesuaikan diri dan tidak matang sebelum waktunya. (kiy)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Rabu 9 Januari 2008
Bergosip sebenarnya punya konotasi negatif di mata masyarakat. Namun, bakal berbeda halnya kalau yang melakukan ibu dan anak. Kegiatan itu bisa berubah menjadi ajang mempererat komunikasi. Melalui bergosip, secara tidak langsung ibu juga dapat menyelami dunia si anak. Cara tersebut lebih luwes karena anak tidak akan merasa terintervensi dan tercampuri urusannya. Jika seorang anak berinisiatif bergosip dengan ibunya, itu tanda dia percaya pada ortu. Itu juga cara untuk mencoba bersikap terbuka. Syaratnya, topik yang dipilih harus benar. Agar, si anak dapat menyesuaikan diri dan tidak matang sebelum waktunya. (kiy)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Rabu 9 Januari 2008
Friday, December 7, 2007
Take Home Midnight - Tonton TV Tengah Malam, Film Jadi Pilihan
Perhatikan Kondisi Tubuh
Bisa dimengerti bahwa remaja sekarang lebih suka nonton TV tengah malam. Tapi, ini pun punya dampak baik dan buruk. Di satu sisi, ini bisa menguntungkan karena anak bisa refreshing setelah belajar. Di sisi lain, ini juga membahayakan. Sebab, kalau terlalu sering dilakukan, siklus tubuh bisa terganggu. Akibatnya, fungsi berpikir berkurang, mudah mengantuk, dan sering bad mood saat beraktivitas di siang hari karena kurang istirahat. Anak juga bisa tersugesti. Dari yang sebelumnya melek di tengah malam untuk nonton TV, lama-lama akan merasa harus menonton TV di tengah malam agar bisa tidur. Ini yang tidak baik. Coba kontrol diri. Kalau sudah capek dan mengantuk, sebaiknya istirahat. (rum)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Jumat 7 Desember 2007
Bisa dimengerti bahwa remaja sekarang lebih suka nonton TV tengah malam. Tapi, ini pun punya dampak baik dan buruk. Di satu sisi, ini bisa menguntungkan karena anak bisa refreshing setelah belajar. Di sisi lain, ini juga membahayakan. Sebab, kalau terlalu sering dilakukan, siklus tubuh bisa terganggu. Akibatnya, fungsi berpikir berkurang, mudah mengantuk, dan sering bad mood saat beraktivitas di siang hari karena kurang istirahat. Anak juga bisa tersugesti. Dari yang sebelumnya melek di tengah malam untuk nonton TV, lama-lama akan merasa harus menonton TV di tengah malam agar bisa tidur. Ini yang tidak baik. Coba kontrol diri. Kalau sudah capek dan mengantuk, sebaiknya istirahat. (rum)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Jumat 7 Desember 2007
Saturday, November 3, 2007
Antara Harga Diri dan Gosip - Gengsi, Malu Kalau Diputusin
Belajar Mengambil Keputusan
Keputusan dibuat supaya kita tidak menyesal di kemudian hari. Dalam pacaran, putus adalah proses remaja menerima konsekuensi dari keputusannya. Kalau memang tidak cocok setelah dikaji dari positif dan negatifnya hubungan tersebut, ya kenapa tidak putus. Masalah sakit hati memang harus kita pertimbangkan. Tapi, berani berkata tidak harus dilakukan kalau memang tidak mau. Namun, jangan serta-merta jadi sembarangan mengakhiri hubungan. Sebelum putus, ada baiknya minta pendapat orang lain. Apakah tindakan ini dilakukan karena egois. Semestinya, pasangan saling menghargai perasaan satu sama lain. (puz)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 3 November 2007
Keputusan dibuat supaya kita tidak menyesal di kemudian hari. Dalam pacaran, putus adalah proses remaja menerima konsekuensi dari keputusannya. Kalau memang tidak cocok setelah dikaji dari positif dan negatifnya hubungan tersebut, ya kenapa tidak putus. Masalah sakit hati memang harus kita pertimbangkan. Tapi, berani berkata tidak harus dilakukan kalau memang tidak mau. Namun, jangan serta-merta jadi sembarangan mengakhiri hubungan. Sebelum putus, ada baiknya minta pendapat orang lain. Apakah tindakan ini dilakukan karena egois. Semestinya, pasangan saling menghargai perasaan satu sama lain. (puz)
Sumber:
Deteksi Jawa Pos, Sabtu 3 November 2007
Tuesday, October 2, 2007
Arti Sahabat Sudah Bergeser
Pengertian dari kata sahabat saat ini adalah teman dalam menjalankan minat. Bukan lagi orang lain yang selalu bersama kita dalam semua aktivitas dan berbagi semua rahasia. Itulah sebabnya, kita jadi bisa punya banyak sahabat. Misalnya begini, kita melakukan minat X dengan A. Kemudian, menjalani minat Y dengan sahabat B. Dari pengertian di atas, bisa ditarik suatu kesimpulan bahwa sebenarnya kita bukan bosan pada sahabat. Melainkan, kita tertarik pada minat lain yang tidak melibatkan sahabat tertentu di dalamnya. Akibatnya, kita seperti meninggalkan sahabat. Ada cara untuk mencegah hal tersebut. Yaitu, memperkenalkan, mengajak, atau melibatkan sahabat pada minta kita yang baru. (hil)
Sumber:
Jawa Pos, Selasa 2 Oktober 2007
Sumber:
Jawa Pos, Selasa 2 Oktober 2007
Subscribe to:
Comments (Atom)
